Pengaruh Cahaya dan Air Terhadap Tumbuh Kembang Tumbuhan
Tujuan :
Dasar
Teori :
Pertumbuhan
diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel
secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Perkembangan
adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan
dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat
kedewasaan. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang
tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk
dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi
sebatang pohon. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali
dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul
sederhana dan molekul kompleks. Tahapan yang dilalui selama melangsungkan
proses tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tahap pembelahan sel, yaitu sel
induk membelah menjadi beberapa sel anak.
2. Tahap pembentangan, yaitu pembesaran
atau peningkatan volume sel anak. Pada sel tumbuhan, peningkatan tersebut
biasanya disebabkan oleh penyerapan air kedalam vakuola.
3. Tahap pematangan, yaitu perkembangan
sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu menjadi bentuk khusus
(terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk
jaringan, organ, dan individu
Pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan diawali dengan perkecambahan.
Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Proses
perkecambahan dipengaruhi oleh, cahaya, suhu, dan oksigen.
Pertumbuhan dan perkembangan Dipengaruhi oleh dua factor,
yaitu factor dalam ( internal ), dan factor luar ( eksternal ).
a) Factor dalam ( internal ),
1. Gen, merupakan subtansi hereditas dan
penentu sifat individu yang terdapat di dalam kromosom.
2. Hormon tumbuhan ( fitohormon ),
Merupakan seyawa organic ( bukan nutrisi ) yang dihasilkan oleh tumbuhan, yang
dalam konsentrasi rendah atau kecil dapat mengatur proses fisiologis. Macam-macam pada fitohormon :
a. Auksin, merupakan horom tumbuhan
yang dihasilkan pada ujung koleoptil tumbuhan.
b. Sitokinin, merupakan zat tumbuh yang
bersama-sama dengan auksin mendorong pembelahan sel.
c. Giberilin, merupakan zat tumbuh yang
dihasilkan oleh jamur gibberella fujikuroi yang hidup sebagai parasit
tanaman padi di Negara Jepang
d. Asam Absisat, merupakan hormone yang
menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu dengan mengurangi pembelahan sel maupun
pembesaran sel ataupun kedua-duanya.
e. Asam traumalin,merupakan hormon yang
merangsang pembelahan sel-sel di bagian tubuh tumbuhan yang mengalami ataupun
luka, sehingga bagian yang terluka akan tertutup.
f. Etilen, merupakan hormon yang
dihasilkan oleh buah yang sudah tua.
g. Kalin, merupakan hormon tumbuhan
yang merangsang pertumbuhan organ tumbuhan ( organogenesis ).
b)
Factor luar ( eksternal ),
1. Air, air sangat mutlak dibutuhkan oleh
tumbuhan. Tanpa air tumbuhan tidak dapat hidup.
2. Cahaya,
khususnya cahaya matahari merupakan sumber energi yang sangat
penting untuk melaksanakan proses fotosintesis.
3. Nutrisi ( nutrien ), diperlukan tumbuhan
untuk pertumbuhan dan perkembangan.
4. Suhu, suhu yang baik atau ideal yang
diperlukan tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangan berlangsung baik
disebut suhu optimum ( 100C-380C ).
5. Kelembapan
udara memengaruhi penguapan yang berhubungan dengan penyerapan nutrient
Cahaya merupakan faktor utama sebagai
energi dalam fotosintesis, untuk menghasilkan energy dan
berperan dalam proses pembentukan klorofil. Kekurangan cahaya akan mengganggu
proses fotosintesis & pertumbuhan. Akan
tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada
proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke
bagian yang tidak terkena cahaya. Kekuranagan cahaya pada saat pertumbuhan berlangsung akan
menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat
namun lemah dan daunnya berukuran lebih
kecil, tipis, pucat. Pengaruh cahaya bukan hanya tergantung kepada fotosintesis
(kuat penyinaran) saja, namun ada faktor lain yang terdapat pada cahaya, yaitu
berkaitan dengan panjang gelombangnya. Cahaya juga memengaruhi kerja fitoformon
terutama hormon auksin. Dimana Hormon auksin ini
sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini
akan terurai dan rusak.
Selain cahaya, keberadaan air bagi makhluk hidup juga sangat
vital. Begitu juga bagi tumbuhan, air sangat dibutuhkan dalam berbagai reaksi
kimia penyusunan ataupun penguraian zat. Tumbuhan yang kekurangan air akan
Nampak layu, warna hijau pada tumbuhan akan berubah menjadi kuning, dan
akhirnya bisa kering serta mati. Hal tersebut terjadi Karena penyusunan zat
makanan melalui peristiwa fotosintesis menjadi terhambat. Akibatnya, tumbuhan
kekurangan zat makanan dan akhirnya mati.
3. Hipotesis
4. Variabel
a. Variabel bebas adalah variabel yang
sengaja dibuat tidak sama oleh peneliti
b. Variabel terikat adalah variabel
yang terjadi akibat perlakuan variabel bebas
c. Variabel control adalah yang dibuat
sama antarperlakuan eksperimen
5. Alat dan Bahan
1. Biji kacang ijo
2. Gelas air mineral 6 buah
3. Air
4. Kapas
5. Stempel
6. Pencil atau pulpen
7. Mistar
8. Langkah Kerja
Percobaan I :
1. Siapkan alat dan bahan
2. Rendam biji kacang hijau didalam air
minimal selama 1 hari
3. Letakan kapas yang telah dibasahi ke
dalam gelas mineral sehingga seluruh permukaaannya tertutup kapas
4. Letakan lima biji kacang hijau
didalam gelas air mineral yang sudah berisikan kapas
5. Beri lebel pada gelas air mineral
dengan lebel “TA”
6. Letakan gelas mineral tersebut di
tempat terang yang terpapar cahaya
7. Ukur panjang batang (tinggi
kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan
dilakukan setiap hari selama 6 hari.
8. Tulis
hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.
Percobaan II :
1. Siapkan alat dan bahan
2. Rendam biji kacang hijau didalam air
minimal selama 1 hari
3. Letakan kapas yang telah dibasahi ke
dalam gelas mineral sehingga seluruh permukaaannya tertutup kapas
4. Letakan lima biji kacang hijau
didalam gelas air mineral yang sudah berisikan kapas
5. Beri lebel pada gelas air mineral
dengan lebel “GA”
6. Letakan gelas mineral tersebut di
tempat gelap yang tidak terpapar cahaya
7. Ukur panjang batang (tinggi
kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan
dilakukan setiap hari selama 6 hari.
8. Tulis
hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.
Percobaan III :
1. Siapkan alat dan bahan
2. Rendam biji kacang hijau didalam air
minimal selama 1 hari
3. Letakan kapas yang sudah dibasahi
sedikit air ke dalam gelas mineral sehingga seluruh permukaaannya tertutup
kapas
4. Letakan lima biji kacang hijau
didalam gelas air mineral yang sudah berisikan kapas
5. Beri lebel pada gelas air mineral
dengan lebel “GSA”
6. Letakan gelas mineral tersebut di
tempat gelap yang tidak terpapar cahaya
7. Ukur panjang batang (tinggi
kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan
dilakukan setiap hari selama 6 hari.
8. Tulis
hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.
Percobaan IV :
1. Siapkan alat dan bahan
2. Rendam biji kacang hijau didalam air
minimal selama 1 hari
3. Letakan kapas yang sudah dibasahi air ke dalam gelas mineral sehingga
seluruh permukaaannya tertutup kapas
4. Letakan lima biji kacang hijau
didalam gelas air mineral yang sudah berisikan kapas
5. Beri lebel pada gelas air mineral
dengan lebel “GSA”
6. Letakan gelas mineral tersebut di
tempat gelap yang tidak terpapar cahaya
7. Ukur panjang batang (tinggi
kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan
dilakukan setiap hari selama 6 hari.
8. Tulis
hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.
Percobaan V :
1. Siapkan alat dan bahan
2. Rendam biji kacang hijau didalam air
minimal selama 1 hari
3. Letakan kapas kering kedalam gelas
mineral sehingga seluruh permukaaannya tertutup kapas
4. Letakan lima biji kacang hijau
didalam gelas air mineral yang sudah berisikan kapas
5. Beri lebel pada gelas air mineral
dengan lebel “TK”
6. Letakan gelas mineral tersebut di
tempat terang yang terpapar cahaya
7. Ukur panjang batang (tinggi
kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan
dilakukan setiap hari selama 6 hari.
8. Tulis
hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.
Percobaan VI :
1. Siapkan alat dan bahan
2. Rendam biji kacang hijau didalam air
minimal selama 1 hari
3. Letakan kapas kering kedalam gelas
mineral sehingga seluruh permukaaannya tertutup kapas
4. Letakan lima biji kacang hijau
didalam gelas air mineral yang sudah berisikan kapas
5. Beri lebel pada gelas air mineral
dengan lebel “GK”
6. Letakan gelas mineral tersebut di
tempat gelap yang tidak terpapar cahaya
7. Ukur panjang batang (tinggi
kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan
dilakukan setiap hari selama 6 hari.
8. Tulis
hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.
Analisis
Data
|
Hari ke-
|
Tinggi tanaman (cm)
|
|||||
|
TA
|
TSA
|
TK
|
GA
|
GSA
|
GK
|
|
|
1
|
0,3
|
0,3
|
0
|
1,5
|
0,5
|
0
|
|
2
|
1,5
|
1
|
0
|
4,5
|
1,5
|
0
|
|
3
|
4
|
1,5
|
0
|
12
|
4
|
0
|
|
4
|
6,5
|
2
|
0
|
20
|
10,5
|
0
|
|
5
|
8
|
3
|
0
|
26
|
15
|
0
|
Keterangan :
1) TA :
Terang air
2) TSA :
Terang sedikit air
3) TK :
Terang kering
4) GA :
Gelap air
5) GSA :
Gelap sedikit air
6) GK :
Gelap kering
Pembahasan
:
Dari
percobaan yang telah dilakukan dapat
kita ketahui bahwa cahaya dan air sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
tanaman. Hal itu dapat kita lihat dari perbedaan tanaman yang diletakkan pada
tempat terang dan gelap serta media tanaman yang lembab dan kering.
Pada tanaman yang diletakkan pada
tempat yang terang dengan air yang cukup, tanaman tersebut pertumbuhannya
lambat. Peristiwa
itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi
utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu
pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat
peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan
terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat.
Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik
tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan
berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.
Pada tanaman yang diletakan pada tempat yang terang
tetapi mendapatkan sedikit air, tanaman akan tumbuh namun tidak maksimal karena
air yang didapatkan sedikit. Air mutlak diperlukan oleh tumbuhan untuk
pertumbuhan. Air berfungsi untuk fotosintesis,mengaktifkan reaksi
enzimatik,menjaga kelembaban dan membantu perkecambahan biji. Air dapat juga
menjaga kelangsungan hidup tumbuhan.
Pada tanaman yang diletakan pada tempat yang terang
tetapi tidak mendapatkan air, tanaman tidak tumbuh. Peristiwa itu terjadi
karena kebutuhan
tanaman dalam berbagai reaksi kimia penyusunan zat makanan melalui peristiwa
fotosintesis ataupun penguraian zat tidak terpenuhi. Akibatnya tanaman tidak
akan tumbuh dan kecambah akan kering serta ukuran diameter biji menjadi lebih
kecil.
Pada tempat yang gelap, tanaman
tumbuh lebih cepat daripada normalnya. Peristiwa itu juga terjadi karena
pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Pada keadaan yang gelap, hormon
auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang.
Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap,
tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat,
batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan
klorofil sehingga daun berwarna kuning. Peristiwa ini disebut etiolasi(pertumbuhan cepat dalam kondisi
gelap).
Pada tanaman yang diletakan pada tempat yang gelap
tetapi mendapatkan sedikit air, tanaman akan tumbuh namun tidak maksimal karena
air yang didapatkan sedikit. Air mutlak diperlukan oleh tumbuhan untuk
pertumbuhan. Air berfungsi untuk fotosintesis namun tanaman ditempat gelap
tidak terjadi peristiwa fotosintesis, dapat kita lihat dari warna daun tanaman
tersebut yaitu menguning dan pucat.
Sama
halnya dengan tanaman yang diletakan ditempat terang tanpa air, pada tanaman
yang diletakan pada tempat gelap tanpa mendapatkan air tidak akan tumbuh dan
ukuran diameter biji menjadi mengecil sehingga tanaman akan mati.
Kesimpulan :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar