Kamis, 21 November 2013

Pengaruh Cahaya dan Air Terhadap Tumbuh Kembang Tumbuhan

Pengaruh Cahaya dan Air Terhadap Tumbuh Kembang Tumbuhan

Tujuan             :


Dasar Teori      :
Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks. Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
2.      Tahap pembentangan, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel tumbuhan, peningkatan tersebut biasanya disebabkan oleh penyerapan air kedalam vakuola.
3.      Tahap pematangan, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan. Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Proses perkecambahan dipengaruhi oleh, cahaya, suhu, dan oksigen.





Pertumbuhan dan perkembangan Dipengaruhi oleh dua factor, yaitu factor dalam ( internal ), dan factor luar ( eksternal ).
a)      Factor dalam ( internal ),
1.     Gen, merupakan subtansi hereditas dan penentu sifat individu yang terdapat di dalam kromosom.
2.     Hormon  tumbuhan ( fitohormon ), Merupakan seyawa organic ( bukan nutrisi ) yang dihasilkan oleh tumbuhan, yang dalam konsentrasi rendah atau kecil dapat mengatur proses fisiologis. Macam-macam pada fitohormon :
a.       Auksin, merupakan horom tumbuhan yang dihasilkan pada ujung koleoptil tumbuhan.
b.      Sitokinin, merupakan zat tumbuh yang bersama-sama dengan auksin mendorong pembelahan sel.
c.       Giberilin, merupakan zat tumbuh yang dihasilkan oleh jamur gibberella fujikuroi yang hidup sebagai parasit tanaman padi di Negara Jepang
d.      Asam Absisat, merupakan hormone yang menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu dengan mengurangi pembelahan sel maupun pembesaran sel ataupun kedua-duanya.
e.       Asam traumalin,merupakan hormon yang merangsang pembelahan sel-sel di bagian tubuh tumbuhan yang mengalami ataupun luka, sehingga bagian yang terluka akan tertutup.
f.       Etilen, merupakan hormon yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua.
g.      Kalin, merupakan hormon tumbuhan yang merangsang pertumbuhan organ tumbuhan ( organogenesis ).

b)      Factor luar ( eksternal ),
1.   Air, air sangat mutlak dibutuhkan oleh tumbuhan. Tanpa air tumbuhan tidak dapat hidup.
2.   Cahaya, khususnya cahaya matahari merupakan sumber energi yang sangat penting untuk melaksanakan proses fotosintesis.
3.   Nutrisi ( nutrien ), diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan.
4.   Suhu, suhu yang baik atau ideal yang diperlukan tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangan berlangsung baik disebut suhu optimum ( 100C-380C ).
5.    Kelembapan udara memengaruhi penguapan yang berhubungan dengan penyerapan nutrient

Cahaya merupakan faktor utama sebagai energi dalam fotosintesis, untuk menghasilkan energy dan berperan dalam proses pembentukan klorofil. Kekurangan cahaya akan mengganggu proses fotosintesis & pertumbuhan. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Kekuranagan cahaya pada saat pertumbuhan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah  dan daunnya berukuran lebih kecil, tipis, pucat. Pengaruh cahaya bukan hanya tergantung kepada fotosintesis (kuat penyinaran) saja, namun ada faktor lain yang terdapat pada cahaya, yaitu berkaitan dengan panjang gelombangnya. Cahaya juga memengaruhi kerja fitoformon terutama hormon auksin. Dimana Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak.

Selain cahaya, keberadaan air bagi makhluk hidup juga sangat vital. Begitu juga bagi tumbuhan, air sangat dibutuhkan dalam berbagai reaksi kimia penyusunan ataupun penguraian zat. Tumbuhan yang kekurangan air akan Nampak layu, warna hijau pada tumbuhan akan berubah menjadi kuning, dan akhirnya bisa kering serta mati. Hal tersebut terjadi Karena penyusunan zat makanan melalui peristiwa fotosintesis menjadi terhambat. Akibatnya, tumbuhan kekurangan zat makanan dan akhirnya mati.

3.      Hipotesis








4.      Variabel
a.       Variabel bebas adalah variabel yang sengaja dibuat tidak sama oleh peneliti
b.      Variabel terikat adalah variabel yang terjadi akibat perlakuan variabel bebas
c.       Variabel control adalah yang dibuat sama antarperlakuan eksperimen

5.      Alat dan Bahan
1.      Biji kacang ijo
2.      Gelas air mineral 6 buah
3.      Air
4.      Kapas
5.      Stempel
6.      Pencil atau pulpen
7.      Mistar

8.      Langkah Kerja
Percobaan I :
1.      Siapkan alat dan bahan
2.      Rendam biji kacang hijau didalam air minimal selama 1 hari
3.      Letakan kapas yang telah dibasahi ke dalam gelas mineral sehingga seluruh permukaaannya tertutup kapas
4.      Letakan lima biji kacang hijau didalam gelas air mineral yang sudah berisikan kapas
5.      Beri lebel pada gelas air mineral dengan lebel “TA”
6.      Letakan gelas mineral tersebut di tempat terang yang terpapar cahaya
7.      Ukur panjang batang (tinggi kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan dilakukan setiap hari selama 6 hari.
8.      Tulis hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.

Percobaan II :
1.      Siapkan alat dan bahan
2.      Rendam biji kacang hijau didalam air minimal selama 1 hari
3.      Letakan kapas yang telah dibasahi ke dalam gelas mineral sehingga seluruh permukaaannya tertutup kapas
4.      Letakan lima biji kacang hijau didalam gelas air mineral yang sudah berisikan kapas
5.      Beri lebel pada gelas air mineral dengan lebel “GA”
6.      Letakan gelas mineral tersebut di tempat gelap yang tidak terpapar cahaya
7.      Ukur panjang batang (tinggi kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan dilakukan setiap hari selama 6 hari.
8.      Tulis hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.

Percobaan III :
1.      Siapkan alat dan bahan
2.      Rendam biji kacang hijau didalam air minimal selama 1 hari
3.      Letakan kapas yang sudah dibasahi sedikit air ke dalam gelas mineral sehingga seluruh permukaaannya tertutup kapas
4.      Letakan lima biji kacang hijau didalam gelas air mineral yang sudah berisikan kapas
5.      Beri lebel pada gelas air mineral dengan lebel “GSA”
6.      Letakan gelas mineral tersebut di tempat gelap yang tidak terpapar cahaya
7.      Ukur panjang batang (tinggi kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan dilakukan setiap hari selama 6 hari.
8.      Tulis hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.


Percobaan IV :
1.      Siapkan alat dan bahan
2.      Rendam biji kacang hijau didalam air minimal selama 1 hari
3.      Letakan kapas yang sudah  dibasahi air ke dalam gelas mineral sehingga seluruh permukaaannya tertutup kapas
4.      Letakan lima biji kacang hijau didalam gelas air mineral yang sudah berisikan kapas
5.      Beri lebel pada gelas air mineral dengan lebel “GSA”
6.      Letakan gelas mineral tersebut di tempat gelap yang tidak terpapar cahaya
7.      Ukur panjang batang (tinggi kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan dilakukan setiap hari selama 6 hari.
8.      Tulis hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.



Percobaan V :
1.      Siapkan alat dan bahan
2.      Rendam biji kacang hijau didalam air minimal selama 1 hari
3.      Letakan kapas kering kedalam gelas mineral sehingga seluruh permukaaannya tertutup kapas
4.      Letakan lima biji kacang hijau didalam gelas air mineral yang sudah berisikan kapas
5.      Beri lebel pada gelas air mineral dengan lebel “TK”
6.      Letakan gelas mineral tersebut di tempat terang yang terpapar cahaya
7.      Ukur panjang batang (tinggi kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan dilakukan setiap hari selama 6 hari.
8.      Tulis hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.

Percobaan VI :
1.      Siapkan alat dan bahan
2.      Rendam biji kacang hijau didalam air minimal selama 1 hari
3.      Letakan kapas kering kedalam gelas mineral sehingga seluruh permukaaannya tertutup kapas
4.      Letakan lima biji kacang hijau didalam gelas air mineral yang sudah berisikan kapas
5.      Beri lebel pada gelas air mineral dengan lebel “GK”
6.      Letakan gelas mineral tersebut di tempat gelap yang tidak terpapar cahaya
7.      Ukur panjang batang (tinggi kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan dilakukan setiap hari selama 6 hari.
8.      Tulis hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.


Analisis Data
Hari ke-
Tinggi tanaman (cm)
TA
TSA
TK
GA
GSA
GK
1
0,3
0,3
0
1,5
0,5
0
2
1,5
1
0
4,5
1,5
0
3
4
1,5
0
12
4
0
4
6,5
2
0
20
10,5
0
5
8
3
0
26
15
0

            Keterangan :
1)      TA       : Terang air
2)      TSA     : Terang sedikit air
3)      TK       : Terang kering
4)      GA      : Gelap air
5)      GSA    : Gelap sedikit air
6)      GK      : Gelap kering



Pembahasan :

Dari percobaan yang telah  dilakukan dapat kita ketahui bahwa cahaya dan air sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Hal itu dapat kita lihat dari perbedaan tanaman yang diletakkan pada tempat terang dan gelap serta media tanaman yang lembab dan kering.
Pada tanaman yang diletakkan pada tempat yang terang dengan air yang cukup, tanaman tersebut pertumbuhannya lambat. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.
Pada tanaman yang diletakan pada tempat yang terang tetapi mendapatkan sedikit air, tanaman akan tumbuh namun tidak maksimal karena air yang didapatkan sedikit. Air mutlak diperlukan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan. Air berfungsi untuk fotosintesis,mengaktifkan reaksi enzimatik,menjaga kelembaban dan membantu perkecambahan biji. Air dapat juga menjaga kelangsungan hidup tumbuhan.
Pada tanaman yang diletakan pada tempat yang terang tetapi tidak mendapatkan air, tanaman tidak tumbuh. Peristiwa itu terjadi karena kebutuhan tanaman dalam berbagai reaksi kimia penyusunan zat makanan melalui peristiwa fotosintesis ataupun penguraian zat tidak terpenuhi. Akibatnya tanaman tidak akan tumbuh dan kecambah akan kering serta ukuran diameter biji menjadi lebih kecil.
Pada tempat yang gelap, tanaman tumbuh lebih cepat daripada normalnya. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning. Peristiwa ini disebut etiolasi(pertumbuhan cepat dalam kondisi gelap).
Pada tanaman yang diletakan pada tempat yang gelap tetapi mendapatkan sedikit air, tanaman akan tumbuh namun tidak maksimal karena air yang didapatkan sedikit. Air mutlak diperlukan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan. Air berfungsi untuk fotosintesis namun tanaman ditempat gelap tidak terjadi peristiwa fotosintesis, dapat kita lihat dari warna daun tanaman tersebut yaitu menguning dan pucat.
Sama halnya dengan tanaman yang diletakan ditempat terang tanpa air, pada tanaman yang diletakan pada tempat gelap tanpa mendapatkan air tidak akan tumbuh dan ukuran diameter biji menjadi mengecil sehingga tanaman akan mati.

Kesimpulan     :






Title: Pengaruh Cahaya dan Air Terhadap Tumbuh Kembang Tumbuhan; Written by Unknown; Rating: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar