Jumat, 22 November 2013
Pengaruh Cahaya dan Air Terhadap Tumbuh Kembang Tumbuhan

  1. Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal. Salah satu factor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah cahaya. Tumbuhan membutuhkan cahaya,tetapi banyaknya cahaya yang dibutuhkan tidak selalu sama pada setiap tanaman.
Pada saat pembelajaran mengenai pertumbuhan dan perkembangan,  terdapat banyak sekali teori yang menjelaskan mengenai factor-factor, mekanisme maupun macam-macam pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Namun, teori tersebut belum dapat dipelajari penuh jika kita belum mengetahui bagaimana keadaannya sebenarnya di lngkungan kita. Selain itu ,masih banyak siswa yang belum dapat menunjukan bagaimana pertumbuhan dan perkembangan sebuah tanaman .
Untuk itu, penulis mengadakan praktek lapangan sekaligus peneliti untuk lebih mengetahui dan membuktikan teori-teori tersebut. Dengan berlandaskan teori-teori tersebut, didalam penelitian ini, penulis akan mengamati pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau.

  1. Tujuan           :
§  Untuk mengetahui factor apa saja yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau
§  Untuk mengetahui bagaimana pengaruh factor-factor tersebut terhadap pertumbuhan kacang hijau

  1. Dasar Teori    :
Tumbuhan merupakan bagian besar dari alam yang ada di bumi kita ini. Selain itu keberadaan tumbuhan di bumi ini sebagai produsen terbesar sangatlah penting, karena ia merupakan satu kesatuan dari rantai makanan yang terdapat dalam ekosistem. Seperti halnya manusia tumbuhan juga mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Pertumbuhan adalah perubahan pada makhluk yang meliputi perubahan ukuran. Pertumbuhan bersifat irreversibel atau tidak dapat kembali ke kondisi semula dan dapat dinyatakan dalam ukuran bilangan (bersifat kuantitatif). Adapun perkembanngan adalah proses perubahan pada makhluk akibat terdiferensiasinya sel-sel menuju ke struktur dan fungsi tertentu. Dengan kata lain, perkembangan dapat pula diartikan sebagai proses suatu organisme menuju kedewasaan. Tumbuhan mengalami pertumbuhan yang tidak terbatas, artinya tumbuhan dapat terus tumbuh selama masih hidup. Selama tumbuhan mampu untuk bertahan hidup maka tumbuhan akan terus tumbuh karena tumbuhan memiliki jaringan embrionik yang disebut meristem. Pada jaringan meristem sel-sel terus membelah menghasilkan sel-sel baru.

Pertumbuhan dan perkembangan Dipengaruhi oleh dua factor, yaitu factor dalam ( internal ), dan factor luar ( eksternal ).
a)      Factor dalam ( internal ),
1.     Gen, merupakan subtansi hereditas dan penentu sifat individu yang terdapat di dalam kromosom.
2.     Hormon  tumbuhan ( fitohormon ), Merupakan seyawa organic ( bukan nutrisi ) yang dihasilkan oleh tumbuhan, yang dalam konsentrasi rendah atau kecil dapat mengatur proses fisiologis. Macam-macam pada fitohormon :
a.       Auksin, merupakan horom tumbuhan yang dihasilkan pada ujung koleoptil tumbuhan.
b.      Sitokinin, merupakan zat tumbuh yang bersama-sama dengan auksin mendorong pembelahan sel.
c.       Giberilin, merupakan zat tumbuh yang dihasilkan oleh jamur gibberella fujikuroi yang hidup sebagai parasit tanaman padi di Negara Jepang
d.      Asam Absisat, merupakan hormone yang menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu dengan mengurangi pembelahan sel maupun pembesaran sel ataupun kedua-duanya.
e.       Asam traumalin,merupakan hormon yang merangsang pembelahan sel-sel di bagian tubuh tumbuhan yang mengalami ataupun luka, sehingga bagian yang terluka akan tertutup.
f.       Etilen, merupakan hormon yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua.
g.      Kalin, merupakan hormon tumbuhan yang merangsang pertumbuhan organ tumbuhan ( organogenesis ).

b)      Factor luar ( eksternal ),
1.   Air, air sangat mutlak dibutuhkan oleh tumbuhan. Tanpa air tumbuhan tidak dapat hidup.
2.   Cahaya, khususnya cahaya matahari merupakan sumber energi yang sangat penting untuk melaksanakan proses fotosintesis.
3.   Nutrisi ( nutrien ), diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan.
4.   Suhu, suhu yang baik atau ideal yang diperlukan tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangan berlangsung baik disebut suhu optimum ( 100C-380C ).
5.    Kelembapan udara memengaruhi penguapan yang berhubungan dengan penyerapan nutrient

Cahaya adalah factor luar ( eksternal ),yang merupakan faktor utama sebagai energi dalam fotosintesis, untuk menghasilkan energy dan berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Kekuranagan cahaya pada saat pertumbuhan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi. Dampak tanaman akibat etiolasi adalah tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Pada hal proses fotosintesis bertujuan untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan penting dalam pembentukan klorofil. Karena karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau, melainkan kuning pucat. Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin. Auksin adalah hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena itu tanaman akan lebih cepat tumbuh dan panen.Selain itu, enzim riboflavin pada          ujung   batang menyerap sinar nila dari sinar matahari. Sinar nila perusak enzim-enzim yang membantu pembentukkan asam indo asetat (salah satu jenis auksin).Itulah sebabnya, pertumbuhan tanaman etiolasi selalu lebih cepat,tapi batang tidak tegar karena mengandung banyak air. Akibat tidak ada sinar matahari maka organ perbanyakan pada tanaman lama-lama mengkerut lalu mati karena tidak mendapat sumber makanan.
Selain cahaya, keberadaan air bagi makhluk hidup juga sangat vital. Begitu juga bagi tumbuhan, air sangat dibutuhkan dalam berbagai reaksi kimia penyusunan ataupun penguraian zat. Tumbuhan yang kekurangan air akan nampak layu, warna hijau pada tumbuhan akan berubah menjadi kuning, dan akhirnya bisa kering serta mati. Hal tersebut terjadi karena penyusunan zat makanan melalui peristiwa fotosintesis menjadi terhambat. Akibatnya, tumbuhan kekurangan zat makanan dan akhirnya mati.

Macam-macam  pertumbuhan pada tumbuhan, berdasarkan asal sel yang melakukan pembelahan, maka pertumbuhan dibedakan menjadi pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.

1. Pertumbuhan primer  adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif yaitu dengan menggunakan alat auksanometer . Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:
  • Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik)
  • Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah ini memiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.
  • Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyaifungsi dan struktur khusus.
2.Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil.

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan. Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Proses perkecambahan dipengaruhi oleh, cahaya, suhu, dan oksigen. Perkecembahan terjadi jika biji melakukan penyerapan air melalui imbibisi sampai biji menjadi lunak. Air yang masuk kedalam biji akan merangsang hormone giberilin sehingga enzim-enzim akan teraktifkan. Enzim ini bekerja mempercepat pengubahan cadangan makanan yang terdapat dalam biji menjadi energi yang diperlukan untuk perkecambahan. Ada 2 type perkecambahan yaitu perkecambahn di atas tanah (epigeal) yang sering terjadi pada tanaman berkeping dua atau dikotil dan perkecambahan di bawah tanah (hypogeal) yang sering terjadi pada tanaman berkeping satu atau monokotil. Perkecambahan epigeal terjadi akibat pertumbuhan ruas batang dibawah kotiledon (hipokotil) yang lebih cepat dibandingkan dengan ruas batang di atas kotiledon (epikotil). Akibatnya kotiledon akan terangkat ke atas tanah.Perkecambahan hypogeal terjadi akibat pertumbuhan ruas batang di atas kotiledon (epikotil) yang lebih cepat dibandingkan dengan bagian bawahnya (hipokotil). Akibat dari pertumbuhan seperti ini maka kotiledon tidak terangkat ke atas dan tetap berada di dalam tanah.

4.      Hipotesis
Cahaya, air dan hormon-hormon pada tumbuhan seperti auksin dan giberilin dapat mempengaruhi proses perkecambahan kacang hijau,cahaya dapat memperlambat pertumbuhan kacang hijau. Air juga mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau yang sangat diperlukan dalam proses perkecambahan.

5.      Populasi dan sampel
v  Populasi           : 18 kecambah kacang hijau
v  Sampel                        : 3 kecambah kacang hijau pada masing-masing media tanam

6.      Variabel
a.       Variabel bebas       : Variabel yang sengaja dibuat tidak sama oleh peneliti. Dalam eksperimen kali ini yang bertindak sebagai variabel bebas adalah cahaya matahari dan air
b.      Variabel control    : Variabel yang dibuat sama antarperlakuan eksperimen. Pada eksperimen kali ini yang bertindak sebagai variabel control adalah gelas air mineral dan kapas
c.       Variabel terikat     : Variabel yang terjadi akibat perlakuan variabel bebas. Pada eksperimen ini yang bertindak sebagai variabel terikat adalah panjang batang kecambah(kacang hijau) dan warna daun
7.      Alat dan Bahan
1.      Biji kacang hijau
2.      Gelas air mineral bekas 6 buah
3.      Air
4.      Kapas
5.      Mistar.
6.      Alat tulis
8.      Langkah Kerja
1)      Menyiapkan alat dan bahan
2)      Memilih 18 biji kacang ijo yang homogen
3)      Merendah biji kacang ijo dalam air 24 jam
4)      Membasahi 2 buah kapas basah  total dan membasahi 2 buah kapas setengah basah
5)      Menaruh setiap kapas pada gelas air mineral
6)      Menaruh 18 biji kacang ijo yang sudah selesai direndam kedalam gelas air mineral, masing-masing gelas air mineral yang sudah berisi kapas ditanami 3 biji kacng hijau
7)      Memberikan label pada gelas air mineral agar mudah mengingat sampel
TA jika tempatnya terang dan berisi cukup air
TSA jika tempatnya terang dan berisi sedikit air
TK jika tempatnya terang dan tidak berisi air(kering)
GA jika tempatnya gelap dan berisi cukup air
GSA jika tempatnya gelap dan berisi sedikit air
GK jika tempatnya gelap dan tidak berisi air(kering)
8)      Menaruh 3 sampel ditempat yang gelap dan 3 sampel lagi di tempat yang disinari cahaya matahari, pastikan tempat menaruh sampel jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan atau hewan ternak
9)      Mengamati sampel setiap hari
10)  Mengukur panjang batang (tinggi kecambah) yang dimulai dari permukaan media tanam hingga ujung batang dan dilakukan setiap hari selama 6 hari.
11)   Mencatat hasil dari pengkuran panjang batang sampel
12)  Menulis hasil pengamatan dalam tabel
  1. Analisis Data
Hari ke-
Tinggi tanaman (cm)
TA
TSA
TK
GA
GSA
GK
  1.  
0,3
0,2
0,2
0,5
0,3
0,2
  1.  
0,7
0,5
0,3
1
0,5
0,4
  1.  
1,5
1
0
4,5
1,5
0
  1.  
4
1,5
0
12
4
0
  1.  
6,5
2
0
20
10,5
0
  1.  
8
3
0
26
15
0

Hari ke-
Daun tanaman (cm) dan warna daun
TA
TSA
TK
GA
GSA
GK
  1.  
0,2 (hijau)
0,2 (hijau)
0
2,5 (kuning)
0,2(kuning)
0
  1.  
0,5 (hijau)
0,5 (hijau)
0
2,5 (kuning)
0,3(kuning)
0
  1.  
1 (hijau)
1 (hijau)
0
2,5 (kuning)
0,7(kuning)
0
  1.  
1,5 (hijau)
1,1 (hijau)
0
2,5 (kuning)
1(kuning)
0
  1.  
2,2 (hijau)
1,2 (hijau)
0
2,5 (kuning)
1,2(kuning)
0
  1.  
3 (hijau)
1,5 (hijau)
0
2,5 (kuning)
1,5(kuning)
0

            Keterangan :
1)      TA       : Terang air
2)      TSA     : Terang sedikit air
3)      TK       : Terang kering
4)      GA      : Gelap air
5)      GSA    : Gelap sedikit air
6)      GK      : Gelap kering



  1. Pembahasan

Dari percobaan yang telah  dilakukan dapat kita ketahui bahwa cahaya dan air sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Hal itu dapat kita lihat dari perbedaan tanaman yang diletakkan pada tempat terang dan gelap serta media tanaman yang lembab dan kering.
Tanaman kacang hijau yang dietiolasi pertumbuhannya jauh lebih cepat
daripada tanaman yang terkena banyak sinar matahari . Akan tetapi batang tanaman tersebut tidak bisa tegak, melainkan membungkuk. Begitu juga dengan daunnya.Daun tanaman tersebut nampak layu dan tidak segar,       serta     berwarna         hijau    muda   dan agak pucat. Hal ini terjadi karena tanaman tidak mendapat sinar matahari sama sekali sehingga tanaman tidak mampu menghasilkan karbohidrat untuk pembentukan klorofil. Tanaman ini juga memiliki kadar air yang berlebih akibat tidak terkena sinar matahari. Hormon auksin yang berfungsi untuk pertumbuhan juga bekerja,oleh karena itu tanaman tumbuh dengan sangat cepat dalam waktu singkat. Sama juga dengan tanaman yang
diletakan pada tempat yang gelap tetapi mendapatkan sedikit air, tanaman akan tumbuh namun tidak secepat tanaman yang airnya cukup karena air yang didapatkan sedikit. Air mutlak diperlukan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan. Air berfungsi untuk fotosintesis namun tanaman ditempat gelap tidak terjadi peristiwa fotosintesis, dapat kita lihat dari warna daun tanaman tersebut yaitu menguning dan pucat. Sedangkan pada tanaman yang diletakan pada tempat gelap tanpa mendapatkan air , tanaman akan tumbuh karena kandungan air pada saat merendam biji masih melekat namun ketika air pada tanaman habis maka ukuran diameter biji menjadi mengecil sehingga tanaman akan mati.
Berbeda lagi dengan tanaman yang selalu terkena cahaya matahari. Pertumbuhan tanaman ini sangat terhambat walaupun         daunnya nampak berwarna hijau segar. Hal ini terjadi karena tumbuhan terlalu banyak mendapatkan cahaya matahari yang menyebabkan hormone auksin terhambat sehingga tanaman sangat kerdil/pendek. Air juga sangat membantu perkecambahan biji. Tanpa air tumbuhan akan mati walaupun ada cahaya matahari yang menyinari tumbuhan karena air mutlak diperlukan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan. Air juga berfungsi untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzimatik dan menjaga kelembaban. Air dapat juga menjaga kelangsungan hidup tumbuhan.
Sama halnya Pada tanaman yang diletakan pada tempat yang terang tetapi mendapatkan sedikit air, tanaman akan tumbuh namun tidak terlalu tinggi  karena air yang didapatkan sedikit. Sedangkan pada tanaman yang diletakan pada tempat yang terang tetapi tidak mendapatkan air, tanaman tumbuh tetapi pendek karena pada saat merendam biji kacang hijau, kandungan air masih melakat pada biji tapi lama kelamaan tanaman ini akan mati. Peristiwa itu terjadi karena kebutuhan tanaman dalam berbagai reaksi kimia penyusunan zat makanan melalui peristiwa fotosintesis ataupun penguraian zat tidak terpenuhi. Akibatnya tanaman tidak akan tumbuh dan kecambah akan kering serta ukuran diameter biji menjadi lebih kecil dan mati.

 Dengan demikian sinar matahari dan air sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau.

11.  Kesimpulan   
1. Tanaman kacang hijau yang tumbuh di daerah kering menyebabkan terhambatnya proses osmosis pada tumbuhan itu sendiri. Dimana proses osmosis akan terhenti atau berbalik arah yang berakibat keluarnya materi-materi dari protoplasma sel-sel tumbuhan, sehingga tanaman kering dan mati.

2. Tumbuhan kacang hijau yang tumbuh di daerah basah dapat memperlancar proses osmosis. Sehingga proses osmosis akan terus berjalan dan menyebabkan terjaganya materi-materi dari protoplasma sel-sel tumbuhan, sehingga tanaman akan tumbuh subur.

3. Kacang hijau yang tumbuh di daerah gelap akan lebih optimal dan cepat karena peristiwa etiolasi dan tidak terurainya hormon auksin, sehingga akan terus memacu pertumbuhan batang kacang hijau. Meskipun tanaman kacang hijau ini tumbuh lebih tinggi, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning.

4. Tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat terang akan tumbuh lebih pendek karena hormon auksin ini akan terurai karena terkena cahaya dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Meskipun tanaman kacang hijau ini tumbuh lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, jagur, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.




























  1. Daftar Pustaka
1)      Maniam, MBS dan Yusa.2011.Advance Learning Biology 3A.Bandung : GRAFINDO MEDIA PRATAMA.
2)      TIM Edukasi HTS.Modul Biologi Untuk Semester Gasal.Surakarta : HAYATI TUMBUH SUBUR.
3)      www.google.com
4)      www.wikipedia.com
























 LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
PENGARUH CAHAYA DAN AIR TERHADAP KECEPATAN TUMBUH TANAMAN

logo dosman

Oleh
Nama                   : EKA SUWEANTARA
Nomor Absen       : 20
Kelas                              : XII IA7


SMA NEGERI 1 GIANYAR
Jl. Ratna No. 1, Telp. (0361) 943034, Fax.(0361)944073
KABUPATEN  GIANYAR
TAHUN 2012


Read more ...