Selasa, 19 November 2013

ide kreatif

Dahulu kala,sekitar abad ke-6 di Indonesia tepatnya di Bali terdapat sebuah Kerajaan yaitu Kerajaan Mahadwipa dengan Raja Arya Agastya dan Ratu Hastadanda Sanna.Kerajaan ini sangat terkenal ditanah air.Kerjaan ini mempunyai seorang putri yang sangat cantik dan rendah hati yang bernama Kesari Purnamadwipa.Pada saat lahirnya Putri Kesari Purnamadwipa telah terjadi peperangan yang sangat besar antara dua kerajaan terbesar di bali yaitu Kerjaan Mahadwipa dengan Kerajaan Yamadwipa.Kekuatan kedua kerajaan ini sama besar,puluhanribu pasukan diantaranya pasukan pemanah,berkuda,pasukan gajah,kereta kencana dll.Tapi didalam Kerjaan Mahadwipa terdapat seorang patih yang sangat cerdik yaitu Patih Aji Sentanu.Merasa kalah akan serangan Kerajaan Mahadwipa,Raja Yamadwipa membuang putranya agar satu-satunya keturunannya tidak dibunuh,pembuangan anak oleh Raja Yamadwipa diketahui oleh Patih Aji Sentanu.Peperangan yang berlangsung 8 hari ini akhirnya berakhir dan kemenangan peperangan ini dimenangkan Kerajaan Mahadwipa.Akhirnya Kerajaan Mahadwipa menguasai Bali sepenuhnya.
Pada suatu hari setelah kemenangan Kerajaan Mahadwipa mengalahkan Kerajaan Yamadwipa.Raja Mahadwipa mengadakan sayembara bagi putrinya pada saat umur putrinya 17 tahun.Maka di diundanglah semua Kerajaan dan Para Ksatria ditanah air.Sayembara ini diadakan dalam satu ruangan yang sangat megah,semua tempat duduknya terbuat dari mas.Satu syarat yang diberikan oleh raja untuk melakukan sayembara ini adalah “siapapun yang dapat mengangkat busur Dewa Indra,merentangkannya dan memanah sasaran bergerak dalam air,dia akan menjadi menantuku”.
Sayembara yang diadakan di Kerjaan Mahadwipa Bali terdengar sampai Pulau Kalimantan.Disana terdapat seorang petapa yang bernama Rsi Parasurama.Diceritakan Parasurama merupakan Rsi yang sangat dihormati oleh kerajaan di Kalimantan tepatnya diKalimantan Timur.Suatu hari saat Rsi Parasurama melakukan Tapa Brata,dia hendak mendengar suara tangisan bayi yang sangat keras,parasurama pun menghampiri tangisan tersebut.Didapatinya seorang bayi dalam jerami yang dianyam dengan simpul ksatria.Parasurama melihat sinar suci yang terpancar dari kedua mata bayi tersebut.Parasurama merawat bayi tersebut hingga dewasa dan memberikan bayi itu nama Dharmawangsa,tidak hanya merawatnya,parasurama juga mengajarinya tehnik dalam peperangan,tehnik bersenjata,ajaran dharma dll.Hingga dewasa Dharmawangsa menjadi murid terbaik dari Rsi Parasurama.Parasurama sangat menyayangi Dharmawangsa.Dia memberikan sebuah senjata suci berupa panah dimana senjata itu adalah pemberian dari Bhatara Surya.Pada saat umur Dharmawangsa 17  tahun,Parasurama memberikan titah kepada Dharmawangsa untuk mengikuti sayembara yang diadakan di Kerajaan Mahadwipa di Bali.
Hari yang sangat ditunggu oleh Raja Mahadwipa sudah tiba.Sayembara untuk merebutkan Putri Mahadwipa yaitu Kesari Purnamadwipa akan segera dimulai.
“wahai para ksatria yang gagah berani yang datang dari seluruh pelosok tanah air,pada hari ini saya akan mempertemukan jodoh putri saya,untuk itu saya atas nama Kerajaan Mahadwipa membuka sayembara ini’’demikian perkataan dari Raja Arya Agastya.Semua raja-raja dari seluruh pelosok tanah air bergiliran mengangkat Busur Bhatara Indra tapi satu pun tidak ada yang mampu mengangkat busur tersebut,hingga datang seorang pendeta yang membawa busur dan panah.Para raja tersebut tidak tahu akan identitas dari pendeta tersebut yang sebenarnya pendeta tersebut adalah seorang murid dari Rsi Parasurama.
Raja Mahadwipa memberikan salam kepada pendeta tersebut dan berkata“pendeta,apa tujuanmu datang ke kerjaan ini”
“Hormat ku raja,kedatangan ku kesini tidak lain untuk mengikuti sayembara ini tuan ku”demikian perkataan dari Dharmawangsa murid dari Parasurama.
Semua raja dari  seluruh tanah air menertawai pendeta tersebut karena ingin mengikuti sayembara di Kerajaan Mahadwipa,Patih Aji Sentanu merasakan ada sesuatu yang lain dari pendeta ini tetapi berbeda dengan Putri Purnamadwipa yang sangat tertarik dengan pendeta tersebut,dari pancaran matanya,kerendahan hati,dan  parasnya membuat Putri Kerajaan Mahadwipa tertarik dengannya.
“wahai raja,memang tempatku tidaklah pantas disini karena semua yang hadir dalam sayembara ini adalah raja-raja yang pemberani,yang perkasa,dan tidak sebanding dengan hamba tuanku,tapi atas titah dari guruku,aku akan mengangkat busur ini,tapi terlebih ijinkanlah aku tuanku Maha Raja Dwipa”.demikian perkataan dari Dharmawangsa.
Raja Mahadwipa pun menjawab perkataan dari pendeta tersebut.
“Wahai pendeta,perkenalkanlah jati dirimu yang sebenarnya,jika tidak kau memperkenalkan jati dirimu dengan lengkap,aku tidak bisa memberimu berkat dan ijin mengangkat busur ini”
Dharmawangsa memperkenalkan dirinya.
“Perkenalkan Maha Raja,aku adalah seorang anak yatim piatu yang dipungut oleh guruku Rsi Parasurama disungai di Kalimantan Timur yang ditemukan diatas jerami yang diikat dengan simpul ksatria,aku diajari banyak hal oleh guruku,aku diberkati nama Dharmawangsa oleh guruku,ketika guruku mendengar adanya sayembara di Kerajaan Bali,Rsi Parasurama memberikanku titah untuk mengikuti sayembara ini,hanya itu jati diriku tuanku”
Semua raja-raja yang datang pada sayambera itu kaget mendengar perkataan pendeta tersebut yang mengatakan bahwa dia adalah murid  dari Rsi Parasurama.Merasa penasaran dengan pendeta tersebut Maha Raja Arya Agastya mengijinkan Dharmawangsa mengikuti sayembara ini dan memberkatinya untuk mengangkat busur tersebut.
“Suatu kehormatan dari Kerjaan Mahadwipa karena seorang murid dari Rsi Parasurama mengikuti sayembara ini,dulu kakekku adalah sahabat karib dari gurumu Dharmawangsa,untuk itu angkatlah busur dan panah Bhatara Indra”
Dengan ijin dari Raja Arya Agastya,Dharmawangsa mengangkat busur dan panah Bhatara Indra. Ketika Dharmawangsa mengangkat senjata tersebut semua raja heran akan kekuatan dari Dharmawangsa dan langsung membidikan panahnya kesasaran didalam air,sasarannya pun tepat dipanahnya.
Raja Arya Agastya berkata.
”Selamat putraku,kau telah membuat gurumu bangga akan hal ini,maka dari itu,terimalah putriku sebagai istri mu”
Upacara pernikahanpun diadakan dengan sangat meriah,datang semua raja-raja dibali dan semua rsi,pendeta, pun ikut datang menyaksikan hari yang berbahagia tersebut. Dengan dinikahinya Putri Purnamadwipa,hubungan Bali dengan Kalimantan Timur sangat erat Patih Aji Sentanu menaruh kecurigaan terhadap Dharmawangsa akan kalung yang dipakainya,dia terus menyelidiki siapa Dharmawangsa itu,.Lima tahun setelah pernikahan Putri Yamadwipa dengan Dharmawangsa, Patih Aji Sentanu memberitahu akan siapa Dharmawangsa tersebut kepada raja.
“Wahai Rajaku,apa kau msih ingat akan peperangan kerajaan ini dengan Kerajaan Yamadwipa 22 tahun yang lalu?saat itu Raja Yamadwipa mempunyai seorang putra,tapi pada saat kerajaan ini mengalahkan Kerajaan Yamadwipa,kita tidak menemukan putra dari Kerjaan Yamadwipa.Apa kau ingat akan kalung yang dipakai Dharmawangsa tersebut,kalung itu berisikan lambang dari Kerjaan Yamadwipa.Apa kau ingat apa yang diramalkan oleh Rsi Agastya akan kehancuran kerajaan ini,jika satu orang dari keturunan Kerjaan Yamadwipa masih hidup,runtuhnya kerajaan ini aka nada ditangannya.Apa kau ingat akan ramalan Rsi Sakti tersebut Maha Raja.Kerajaan Yamadwipa terkenal akan ikatan jerami mereka yang membentuk simpul ksatria,sudah jelas sekali Dharmawangsa adalah putra sulung dari Raja Yamadwipa,untuk itu bunuhlah Dharmawangsa tuanku bunuhlah,jika tidak kerjaan yang besar dan makmur ini akan hancur tuanku”
Perkataan Patih Mahadwipa membuat Arya Agastya menjadi takut akan kebahagiaan yang didapatinya.Raja Arya Agastya sangat percaya akan apa yang dikatakan Patih Aji Sentanu karena dia sangat berjasa dalam peperangan Mahadwipa dengan Yamadwipa dan tanpa adanya Patih Aji Sentanu,kerjaan Mahadwipa tidak akan semakmur ini.Raja Arya Agastya menjawab perkataan Patih Mahadwipa.
“Jika itu memang bukti sangat kuat bagimu, aku akan mengirim pasukan untuk membunuhnya,sebelum terjadinya kehancuran di kerjaan ini”,jawab Raja Mahadwipa.
Patih memberikan siasat untuk membunuh Dharmawangsa. “alangkah baiknya kita membunuh Dharmawangsa tanpa sepengetahuan rakyat dan Rsi Parasurama tuanku,kita harus mengutusnya kehutan membunuh pemberontak kerjaan dan dihutanlah kita akan membunuh Dharmawangsa”.Putri Purnamadwipa mendengar semua pembicaraan Ayahnya dan Pamannya tapi dilain sisi bahagia sangat dialaminya. Dharmawangsa dan Kesari Purnamadwipa,mereka sangat saling mencintai dan berjanji untuk sehidup semati.
Hari kematian Dharmawangsa sudah dekat,dipanggilah Dharmawangsa oleh Raja Arya Agastya.
“Putraku Dharmawangsa,pergilah kehutan dengan pasukan kerajaan,bunuhlah semua pemberontak kerajaan yang ada dihutan,bersama patih atau pamanmu”
Purnamadwipa memberitahukan akan insiden yang akan terjadi dihutan,tapi Dharmawangsa mengabaikannya dan tetap akan pergi ke hutan.Tanpa sepengetahuan istrinya Dharmawangsa pergi kehutan dengan Pamannya Aji Sentanu dan pasukan kerajaan.Pada saat itu Dharmawangsa berkata
“Paman,dimana pemberontak-pemberontak yang kau katakana paman?”
“Kaulah pemberontak itu anakku”
Di bunuhlah Dharmawangsa disana,tapi Dharmawangsa sangat sakti ditidak bisa dibunuh dengan senjata biasa,dia mempunya senjata sakti yang diberikan oleh gurunya.Akhirnya semua pasukan yang menyerang Dharmawangsa berhasil dimusnahkan bersama Patih Aji Sentanu.Kemarahan Dharmawangsa memuncak karena Ayahnya Raja Arya Agastya menginginkan dia mati.Dharmawangsa menyerang Kerajaan Mahadwipa seorang diri,dengan senjata saktinya dia berhasil menjatuhkan Kerajaan Mahadwipa dan membunuh mertuanya.
Setelah hancurnya Kerajaan Mahadwipa Rsi Parasurama memberitahu siapa Dharmawangsa sebenarnya,saat itu Dharmawangsa baru percaya akan perkataan istrinya dan dia berkata kepada istrinya
“Dina,jika aku memang ditakdirkan untuk melenyapkan kerajaan mu,aku tidak akan memaksamu untuk bersamaku,walau kita sudah berjanji untuk hidup bersama sampai mati,maafkan aku karena aku, Kerajaan Mahadwipa menjadi hancur”
Istri Dharmawangsa menjawabnya dengan kata-kata yang manis dari bibirnya.
“Janganlah minta maaf kanda,apapun yang terjadi dinda akan tetap bersama kanda, kita adalah dua pasangan yang diterjang badai musibah kita akan tetap memikulnya bersama, apapun yang terjadi dinda akan tetap bersama kanda”
“Apa kamu serius dengan apa yang kamu ucapkan?”
“Tentu saja kanda, kalau kanda meninggalkan dinda, siapa yang menjadi ayah dari anak-anak dinda yang dinda kandung kanda?”
Parasuramapun menyela pembicaraan mereka.
“Benar sekali itu putra dari Kerajaan Yamadwipa, kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau perbuat, sekarang kau mempunyai anak ,rawatlah anakmu dengan baik,sekarang kau mempunyai rakyat yang bhakti dengan mu,sejahterakanlah mereka”
“Baiklah guru, kalau begitu aku akan memulai sebuah awal baru dengan mendirikan sebuah kerajaan dengan nama Yudasana”
Akhirnya,dua kerajaan itupun menjadi satu dengan Raja Dharmawangsa dan Ratu Kesari Purnamadwipa.Meraka hidup damai sampai mereka mati.
Tamat ***






Title: ide kreatif; Written by Unknown; Rating: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar