Dahulu
kala,sekitar abad ke-6 di Indonesia tepatnya di Bali terdapat sebuah Kerajaan
yaitu Kerajaan Mahadwipa dengan Raja Arya Agastya dan Ratu Hastadanda Sanna.Kerajaan
ini sangat terkenal ditanah air.Kerjaan ini mempunyai seorang putri yang sangat
cantik dan rendah hati yang bernama Kesari Purnamadwipa.Pada saat lahirnya
Putri Kesari Purnamadwipa telah terjadi peperangan yang sangat besar antara dua
kerajaan terbesar di bali yaitu Kerjaan Mahadwipa dengan Kerajaan
Yamadwipa.Kekuatan kedua kerajaan ini sama besar,puluhanribu pasukan
diantaranya pasukan pemanah,berkuda,pasukan gajah,kereta kencana dll.Tapi
didalam Kerjaan Mahadwipa terdapat seorang patih yang sangat cerdik yaitu Patih
Aji Sentanu.Merasa kalah akan serangan Kerajaan Mahadwipa,Raja Yamadwipa membuang
putranya agar satu-satunya keturunannya tidak dibunuh,pembuangan anak oleh Raja
Yamadwipa diketahui oleh Patih Aji Sentanu.Peperangan yang berlangsung 8 hari
ini akhirnya berakhir dan kemenangan peperangan ini dimenangkan Kerajaan
Mahadwipa.Akhirnya Kerajaan Mahadwipa menguasai Bali sepenuhnya.
Pada
suatu hari setelah kemenangan Kerajaan Mahadwipa mengalahkan Kerajaan Yamadwipa.Raja
Mahadwipa mengadakan sayembara bagi putrinya pada saat umur putrinya 17 tahun.Maka
di diundanglah semua Kerajaan dan Para Ksatria ditanah air.Sayembara ini
diadakan dalam satu ruangan yang sangat megah,semua tempat duduknya terbuat
dari mas.Satu syarat yang diberikan oleh raja untuk melakukan sayembara ini
adalah “siapapun yang dapat mengangkat busur Dewa Indra,merentangkannya dan
memanah sasaran bergerak dalam air,dia akan menjadi menantuku”.
Sayembara
yang diadakan di Kerjaan Mahadwipa Bali terdengar sampai Pulau Kalimantan.Disana
terdapat seorang petapa yang bernama Rsi Parasurama.Diceritakan Parasurama
merupakan Rsi yang sangat dihormati oleh kerajaan di Kalimantan tepatnya diKalimantan
Timur.Suatu hari saat Rsi Parasurama melakukan Tapa Brata,dia hendak mendengar
suara tangisan bayi yang sangat keras,parasurama pun menghampiri tangisan
tersebut.Didapatinya seorang bayi dalam jerami yang dianyam dengan simpul
ksatria.Parasurama melihat sinar suci yang terpancar dari kedua mata bayi
tersebut.Parasurama merawat bayi tersebut hingga dewasa dan memberikan bayi itu
nama Dharmawangsa,tidak hanya merawatnya,parasurama juga mengajarinya tehnik
dalam peperangan,tehnik bersenjata,ajaran dharma dll.Hingga dewasa Dharmawangsa
menjadi murid terbaik dari Rsi Parasurama.Parasurama sangat menyayangi
Dharmawangsa.Dia memberikan sebuah senjata suci berupa panah dimana senjata itu
adalah pemberian dari Bhatara Surya.Pada saat umur Dharmawangsa 17 tahun,Parasurama memberikan titah kepada
Dharmawangsa untuk mengikuti sayembara yang diadakan di Kerajaan Mahadwipa di
Bali.
Hari
yang sangat ditunggu oleh Raja Mahadwipa sudah tiba.Sayembara untuk merebutkan
Putri Mahadwipa yaitu Kesari Purnamadwipa akan segera dimulai.
“wahai
para ksatria yang gagah berani yang datang dari seluruh pelosok tanah air,pada
hari ini saya akan mempertemukan jodoh putri saya,untuk itu saya atas nama
Kerajaan Mahadwipa membuka sayembara ini’’demikian perkataan dari Raja Arya
Agastya.Semua raja-raja dari seluruh pelosok tanah air bergiliran mengangkat
Busur Bhatara Indra tapi satu pun tidak ada yang mampu mengangkat busur
tersebut,hingga datang seorang pendeta yang membawa busur dan panah.Para raja
tersebut tidak tahu akan identitas dari pendeta tersebut yang sebenarnya
pendeta tersebut adalah seorang murid dari Rsi Parasurama.
Raja
Mahadwipa memberikan salam kepada pendeta tersebut dan berkata“pendeta,apa
tujuanmu datang ke kerjaan ini”
“Hormat
ku raja,kedatangan ku kesini tidak lain untuk mengikuti sayembara ini tuan
ku”demikian perkataan dari Dharmawangsa murid dari Parasurama.
Semua
raja dari seluruh tanah air menertawai
pendeta tersebut karena ingin mengikuti sayembara di Kerajaan Mahadwipa,Patih
Aji Sentanu merasakan ada sesuatu yang lain dari pendeta ini tetapi berbeda
dengan Putri Purnamadwipa yang sangat tertarik dengan pendeta tersebut,dari
pancaran matanya,kerendahan hati,dan
parasnya membuat Putri Kerajaan Mahadwipa tertarik dengannya.
“wahai
raja,memang tempatku tidaklah pantas disini karena semua yang hadir dalam
sayembara ini adalah raja-raja yang pemberani,yang perkasa,dan tidak sebanding
dengan hamba tuanku,tapi atas titah dari guruku,aku akan mengangkat busur
ini,tapi terlebih ijinkanlah aku tuanku Maha Raja Dwipa”.demikian perkataan
dari Dharmawangsa.
Raja
Mahadwipa pun menjawab perkataan dari pendeta tersebut.
“Wahai
pendeta,perkenalkanlah jati dirimu yang sebenarnya,jika tidak kau
memperkenalkan jati dirimu dengan lengkap,aku tidak bisa memberimu berkat dan
ijin mengangkat busur ini”
Dharmawangsa
memperkenalkan dirinya.
“Perkenalkan
Maha Raja,aku adalah seorang anak yatim piatu yang dipungut oleh guruku Rsi
Parasurama disungai di Kalimantan Timur yang ditemukan diatas jerami yang
diikat dengan simpul ksatria,aku diajari banyak hal oleh guruku,aku diberkati
nama Dharmawangsa oleh guruku,ketika guruku mendengar adanya sayembara di
Kerajaan Bali,Rsi Parasurama memberikanku titah untuk mengikuti sayembara ini,hanya
itu jati diriku tuanku”
Semua
raja-raja yang datang pada sayambera itu kaget mendengar perkataan pendeta
tersebut yang mengatakan bahwa dia adalah murid
dari Rsi Parasurama.Merasa penasaran dengan pendeta tersebut Maha Raja
Arya Agastya mengijinkan Dharmawangsa mengikuti sayembara ini dan memberkatinya
untuk mengangkat busur tersebut.
“Suatu
kehormatan dari Kerjaan Mahadwipa karena seorang murid dari Rsi Parasurama
mengikuti sayembara ini,dulu kakekku adalah sahabat karib dari gurumu
Dharmawangsa,untuk itu angkatlah busur dan panah Bhatara Indra”
Dengan
ijin dari Raja Arya Agastya,Dharmawangsa mengangkat busur dan panah Bhatara
Indra. Ketika Dharmawangsa mengangkat senjata tersebut semua raja heran akan
kekuatan dari Dharmawangsa dan langsung membidikan panahnya kesasaran didalam
air,sasarannya pun tepat dipanahnya.
Raja
Arya Agastya berkata.
”Selamat
putraku,kau telah membuat gurumu bangga akan hal ini,maka dari itu,terimalah
putriku sebagai istri mu”
Upacara
pernikahanpun diadakan dengan sangat meriah,datang semua raja-raja dibali dan
semua rsi,pendeta, pun ikut datang menyaksikan hari yang berbahagia tersebut.
Dengan dinikahinya Putri Purnamadwipa,hubungan Bali dengan Kalimantan Timur
sangat erat Patih Aji Sentanu menaruh kecurigaan terhadap Dharmawangsa akan
kalung yang dipakainya,dia terus menyelidiki siapa Dharmawangsa itu,.Lima tahun
setelah pernikahan Putri Yamadwipa dengan Dharmawangsa, Patih Aji Sentanu
memberitahu akan siapa Dharmawangsa tersebut kepada raja.
“Wahai
Rajaku,apa kau msih ingat akan peperangan kerajaan ini dengan Kerajaan
Yamadwipa 22 tahun yang lalu?saat itu Raja Yamadwipa mempunyai seorang
putra,tapi pada saat kerajaan ini mengalahkan Kerajaan Yamadwipa,kita tidak
menemukan putra dari Kerjaan Yamadwipa.Apa kau ingat akan kalung yang dipakai
Dharmawangsa tersebut,kalung itu berisikan lambang dari Kerjaan Yamadwipa.Apa
kau ingat apa yang diramalkan oleh Rsi Agastya akan kehancuran kerajaan
ini,jika satu orang dari keturunan Kerjaan Yamadwipa masih hidup,runtuhnya
kerajaan ini aka nada ditangannya.Apa kau ingat akan ramalan Rsi Sakti tersebut
Maha Raja.Kerajaan Yamadwipa terkenal akan ikatan jerami mereka yang membentuk
simpul ksatria,sudah jelas sekali Dharmawangsa adalah putra sulung dari Raja
Yamadwipa,untuk itu bunuhlah Dharmawangsa tuanku bunuhlah,jika tidak kerjaan
yang besar dan makmur ini akan hancur tuanku”
Perkataan
Patih Mahadwipa membuat Arya Agastya menjadi takut akan kebahagiaan yang
didapatinya.Raja Arya Agastya sangat percaya akan apa yang dikatakan Patih Aji
Sentanu karena dia sangat berjasa dalam peperangan Mahadwipa dengan Yamadwipa
dan tanpa adanya Patih Aji Sentanu,kerjaan Mahadwipa tidak akan semakmur ini.Raja
Arya Agastya menjawab perkataan Patih Mahadwipa.
“Jika
itu memang bukti sangat kuat bagimu, aku akan mengirim pasukan untuk
membunuhnya,sebelum terjadinya kehancuran di kerjaan ini”,jawab Raja Mahadwipa.
Patih
memberikan siasat untuk membunuh Dharmawangsa. “alangkah baiknya kita membunuh
Dharmawangsa tanpa sepengetahuan rakyat dan Rsi Parasurama tuanku,kita harus
mengutusnya kehutan membunuh pemberontak kerjaan dan dihutanlah kita akan
membunuh Dharmawangsa”.Putri Purnamadwipa mendengar semua pembicaraan Ayahnya
dan Pamannya tapi dilain sisi bahagia sangat dialaminya. Dharmawangsa dan
Kesari Purnamadwipa,mereka sangat saling mencintai dan berjanji untuk sehidup
semati.
Hari
kematian Dharmawangsa sudah dekat,dipanggilah Dharmawangsa oleh Raja Arya
Agastya.
“Putraku
Dharmawangsa,pergilah kehutan dengan pasukan kerajaan,bunuhlah semua
pemberontak kerajaan yang ada dihutan,bersama patih atau pamanmu”
Purnamadwipa
memberitahukan akan insiden yang akan terjadi dihutan,tapi Dharmawangsa
mengabaikannya dan tetap akan pergi ke hutan.Tanpa sepengetahuan istrinya
Dharmawangsa pergi kehutan dengan Pamannya Aji Sentanu dan pasukan
kerajaan.Pada saat itu Dharmawangsa berkata
“Paman,dimana
pemberontak-pemberontak yang kau katakana paman?”
“Kaulah
pemberontak itu anakku”
Di
bunuhlah Dharmawangsa disana,tapi Dharmawangsa sangat sakti ditidak bisa
dibunuh dengan senjata biasa,dia mempunya senjata sakti yang diberikan oleh
gurunya.Akhirnya semua pasukan yang menyerang Dharmawangsa berhasil dimusnahkan
bersama Patih Aji Sentanu.Kemarahan Dharmawangsa memuncak karena Ayahnya Raja
Arya Agastya menginginkan dia mati.Dharmawangsa menyerang Kerajaan Mahadwipa
seorang diri,dengan senjata saktinya dia berhasil menjatuhkan Kerajaan
Mahadwipa dan membunuh mertuanya.
Setelah
hancurnya Kerajaan Mahadwipa Rsi Parasurama memberitahu siapa Dharmawangsa
sebenarnya,saat itu Dharmawangsa baru percaya akan perkataan istrinya dan dia
berkata kepada istrinya
“Dina,jika
aku memang ditakdirkan untuk melenyapkan kerajaan mu,aku tidak akan memaksamu
untuk bersamaku,walau kita sudah berjanji untuk hidup bersama sampai
mati,maafkan aku karena aku, Kerajaan Mahadwipa menjadi hancur”
Istri
Dharmawangsa menjawabnya dengan kata-kata yang manis dari bibirnya.
“Janganlah
minta maaf kanda,apapun yang terjadi dinda akan tetap bersama kanda, kita
adalah dua pasangan yang diterjang badai musibah kita akan tetap memikulnya bersama,
apapun yang terjadi dinda akan tetap bersama kanda”
“Apa
kamu serius dengan apa yang kamu ucapkan?”
“Tentu
saja kanda, kalau kanda meninggalkan dinda, siapa yang menjadi ayah dari
anak-anak dinda yang dinda kandung kanda?”
Parasuramapun
menyela pembicaraan mereka.
“Benar
sekali itu putra dari Kerajaan Yamadwipa, kau harus bertanggung jawab atas apa
yang kau perbuat, sekarang kau mempunyai anak ,rawatlah anakmu dengan
baik,sekarang kau mempunyai rakyat yang bhakti dengan mu,sejahterakanlah
mereka”
“Baiklah
guru, kalau begitu aku akan memulai sebuah awal baru dengan mendirikan sebuah
kerajaan dengan nama Yudasana”
Akhirnya,dua
kerajaan itupun menjadi satu dengan Raja Dharmawangsa dan Ratu Kesari
Purnamadwipa.Meraka hidup damai sampai mereka mati.
Tamat
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar