Soal!!!
Melalui
media internet atau literatur carilah informasi tentang pembuatan makanan
awetan dengan konsep transpor melalui membran!!!
Jawab:
TELUR ASIN
Telor asin atau telur asin merupakan
salah satu jenis pengawetan untuk telur. Hal ini dimaksudkan agar telur dapat
bertahan lebih lama. Lalu bagaimana cara membuat telur asin ini? Ternyata cara untuk membuat telur asin tidak
terlalu susah. Berikut ini cara untuk membuat telur asin.
- Pilih
telur yang bermutu baik .
- Cucilah
telur dan bersihkan telur dari kotoran yang melekat. Lebih baik lagi bila
menggunakan air hangat.
- Keringkan
telur yang telah dicuci tersebut. Gunakan lap agar proses dapat berjalan
lebih cepat.
- Amplas
seluruh permukaan telur secara merata agar pori-porinya terbuka. Ketika
mengamplas jangan terlalu lama sebab kulit telur akan semakin tipis
sehingga akan semakin mudah retak atau pecah.
- Buat
adonan pengasin. Pertama-tama buat campuran abu gosok dan garam dengan perbandingan 1:1. Setelah itu tambahkan
air secukupnya sampai membentuk pasta. Selain abu gosok dapat
juga menggunakan bubuk bata merah.
- Bungkus
setiap telur dengan adonan secara merata di permukaan telur dengan tebal
±2 mm.
- Simpan
telur dalam ember plastik selama 2-3 minggu dan letakkan pada ruang
terbuka.. Semakin lama disimpan kadar garam dalam telur akan semakin tinggi sehingga telur
akan semakin awet tetapi rasanya akan semakin asin.
- Setelah
selesai bersihkan telur dan pastikan telur tetap dalam keadaan utuh dan
bagus.
- Bila
ingin telur asin dapat lebih tahan lama, rendam telur dalam larutan teh selama ± 1 minggu. Hal ini dilakukan agar zat tanin yang
terkandung dalam daun teh dapat menutupi pori-pori kulit telur yang
sebelumnya terbuka akibat proses pengampelasan.
- Bersihkan
dan rebus telur asin hingga benar-benar masak.
Salah satu penerapan kkonsep transport melalui
membrane dalam pembuatan makanan awet adalah proses pembuatan telur asin. Hal
ini di terapkan saat proses pengasinan berlangsung. Saat telur di bungkus
dengan adonan pengasin , terjadilah transport garam melewati kulit telur (
garam berpindah dari adonan pengasin ke dalam telur dengan di batasi membrane
kulit telur). Dengan dilakukannya pengasinan telur akan menjadi lebih awet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar